Langkah awal menyusun mozaik itu

Posted: January 5, 2014 in my life

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, kalimat ini tak henti-hentinya kuucapkan setelah pengumuman seleksi penerimaan CPNS di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, tak lupa pula tunduk untuk sujud syukur atas nikmat yang bagi diriku yang diberikan oleh Allah seketika melihat di pengumuman terpampang namaku.

Beberapa orang mungkin menganggap ini bukan raihan yang sangat fenomenal, tapi bagiku pencapaian ini merupakan kado akhir tahun yang begitu indah dan begitu bernilai harganya. Betapa tidak, BPK merupakan salah satu tempat yang kuimpikan untuk kududuki selepas dunia perkuliahan itu selesai, dan kini aku berhasil menggapai. Perasaan bahagia ditemani jantung yang berdetak lebih kencang dari biasanya mengawaliku untuk memberitahu kabar gembira ini kepada keluargaku, Ibu orang yang pertama kuberitahu. Jelas saja ibu, orang yang selalu memasukkan namaku dalam setiap sujud dan doanya, orang yang dimalam hari bangun untuk berserah diri kepada-Nya hanya untuk mendoakan anak-anaknya agar mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya. Kudengar betapa bergetarnya suara ibu dari ujung telepon genggamku, suara yang belum pernah kudengar sebelumnya, suara bahagia atas capaian positif yang diraih anaknya. Dan kutahu ibulah orang yang paling bahagia di dunia pada saat itu melebihi kebahagiaanku.
Orang kedua yang “ingin” kuhubungi tentulah Ayahku, tapi kita sudah berbeda alam dengannya, dan kutahu dia sudah tenang disana. Dan kupastikan aku membuat ayahku bangga dan tentunya dia juga merupakan orang paling bahagia seandainya dia masih ada disini. Teringat ketika zaman SD dulu, betapa kulihat raut wajah yang memancarkan aura bahagia saat aku dipanggil kedepan untuk menerima hadiah atas juara 1 untuk 3 kategori lomba azan, baca Al-Qur’an dan cerdas cermat, tak pernah lagi kuliah raut wajah itu setelahnya. Lantas aku berpikir, saat itu saja raut wajah bahagianya seperti itu, apalagi sekarang ketika mendengar anaknya diterima di salah satu institusi prestis di Indonesia, ahh tak bisa kubayangkan aura bahagia itu. Aku hanya bisa berdoa agar dia mendapat tempat yang layak dan tenang disana.
Setelah itu barulah kutelpon abgku yang juga sangat bahagia mendengar adiknya bisa lulus di BPK RI, yang setidaknya bisa mengangkat nama keluarga kami yang memang dari kalangan orang biasa saja. Kemudian barulah berturut kutelpon pamanku, tenteku, dan beberapa sanak family yang senantiasa mendukung dan memotivasiku untuk menggapai mimpi-mimpi itu.
Ada satu yang kurang memang saat pengumuman kelulusan itu, kekasihku yang juga ikut dalam perjuangan untuk masuk di BPK. Sayang namanya tak tertera dalam pengumuman itu. Satu hal yang membuatku juga harus memberikan motivasi kepadanya untuk tetap sabar. Aku mengerti karena sudah beberapa kali mengikuti rekrutmen pegawai, disaat tes terakhir malah dinyatakan tidak lolos, sakit memang. Tapi aku yakin, tak ada doa yang tak dijawab oleh Allah. Hanya ada 2 kemungkinan, pertama, doa tersebut akan ditunda sampai kita benar” siap menerimanya, atau yang kedua, hal tersebut akan diganti dengan yang lebih baik untuk kita. Bersabarlah, semua akan indah pada waktunya. Begitu juga bagi teman” yang belum diberikan untuk lolos tahun 2013 ini, tetap bersabar dan berusaha, jalan terang akan menunggu kalian didepan sana.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s